Efektivitas Disinfektan dalam Membunuh Enterobacter sakazakii

Tentang Enterobacter sakazakii
E. sakazakii pertama ditemukan tahun 1958 pada kasus bayi dengan infeksi meningitis. Bakteri ini dapat menjangkit segala usia, namun resiko terbesar adalah pada usia bayi.
E. sakazakii ini ditemukan telah mengkontaminasi susu formula bayi. Di dalam susu formula tersebut ditemukan kultur positif E. sakazakii. E. sakazakii adalah kuman jenis gram negatif dari family Enterobacteriaceae. Organisme ini dikenal sebagai yellow pigmented Enterobacter cloacae. Namun, hingga saat ini belum diketahui tentang virulensi dan daya patogenitas bakteri sakazakii ini.
Berawal dari banyaknya susu formula yang terkontaminasi E. sakazakii maka banyak peneliti yang menjadikan E. sakazakii sebagai objek penelitian. Mereka menggunakan beberapa disinfektan sebagai pembunuh bakteri tersebut.
Disinfektan yang digunakan untuk membunuh E. Sakazakii
Disinfektan adalah zat yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Umumnya bakteri yang muda mempunyai daya tahan yang rendah terhadap disinfektan daripada bakteri yang tua. Pekat encernya konsentrasi dan lamanya berada di bawah pengaruh disinfektan merupakan faktor terjadinya hambatan disinfektan. Karena rumitnya menggunakan disinfektan ini maka menyebabkan banyak orang yang sulit menilai apakah disinfektan ini sesuai atau tidak.
Keefektifan disinfektan ini dapat dilihat dari seberapa besar keberhasilan disinfektan dalam membunuh bakteri tersebut. Untuk membunuh ataupun menghambat tumbuhnya E. sakazakii digunakan tiga macam disinfektan yakni sel plankton, sel yang diinokulasikan dan dikeringkan pada permukaan stainless steel, dan sel dalam biofilm pada permukaan stainless steel.
Populasi sel plankton yang ada disuspensikan ke dalam air, kemudian suspensi tersebut direkosttitusi (digabungkan) ke dalam susu formula yang diduga terkontaminasi E. sakazakii. Begitu pula pada disinfektan yang lain. Sementara itu untuk kedua macam disinfektan yang lain pada stainless steel, bila disinfektan kedua perlakuannya sel disuntikkan dan dikeringkan pada stainless steel namun disinfektan ketiga dikeringkan pada biofilm. Pada konsentrasi yang diuji sel pada biofilms mempunyai daya lebih rendah untuk membunuh bakteri sakazakii bila dibandingkan dengan disinfektan yang lain. Perumusannya adalah sel planton > sel yang diinokulasikan dan dikeringkan pada permukaan stainless steel > sel dalam biofilm pada permukaan stainless steel.
Nama: Inggit Puspitosari
NIM: B1J006185
e-mail: apiek_mirza@yahoo.com
Blog: www.api3kmirza.wordpress.com

Pustaka:

Hoikyung Kim, Jee-Hoon Ryu, and Larry R. BeuchatAppl. Envir. Microbiol. 2007 73: 1256-1265.  [Abstract] [Full Text] [PDF]

One response to this post.

  1. Hai, ini adalah komentar,
    Untuk menghapus komentar, silakan login dan lihat komentar pada postingan, disitu Anda dapat mengedit atau menghapusnya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.