HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Tabel hasil pengukuran denyut jantung
Kelompok Jenis kelamin Perlakuan Berat badan Denyutjantung
1 ♀ Normal 55 75
2 ♂ Merokok 48 109
3 ♂ Lari 10’ 45 121
4 ♂ Subur 89 80
5 ♀ Naik turun tangga 39 144
6 ♂ Normal 53 91
7 ♀ Subur 66 115
Perhitungan:
Denyut jantung =
=
= 121 denyut/menit
B. Pembahasan
Electrocardiogram adalah alat untuk mengukur kondisi jantung dengan bentuk gelombang potensial elektrik. Sinyal sensor dipancarkan melalui optoisolation circuit. Sedangkan power dari sensor di transfer oleh suatu transfomer. Circuitry melindungi dari tegangan yang berlebihan sampai pada 4.000 volt. Elektrocardiogram normal terdiri dari sebuah gelombang P, sebuah kompleks QRS dan sebuah gelombang T. Gelombang P disebabkan oleh arus listrik yang dibangkitkan sewaktu atrium mengalami depolarisasi sebelum kontraksi. Oleh karena itu, gelombang P dan komponen-komponen kompleks QRS adalah gelombang terpolarisasi. Gelombang T disebabkan oleh arus listrik yang dibangkiotkan sewaktu ventricel kembali dari keadaan depolarisasi. Proses ini terjadi di dalam otot sebagai suatu gelombang repolarisasi. Jadi, elektrocardiogram terdiri dari gelombang depolarisasi dan gelombang repolarisasi (Guyton, 1993).
Prinsip kerja dari ECG adalah membaca rangsangan listrik yang ada pada jantung. Dalam sekali denyut dimulai dari kontraksi atrium (sistolik atrium) diikuti oleh kontraksi ventrikel dan diastolik selama keempat ruang jantung relaksasi. Denyut jantung berasal dari konduksi jantung dan menyebar ke seluruh miokardium. Struktur yang membentuk konduksi adalah nodus sinoatriale (nodus SA), lintasan internodal atrium, nodus atroventrikel (nodus AV), berkas his, cabang-cabangnya dan sistem purkinje (Ganong, 1983).
Denyut jantung bermula di dalam nodus sinoatrial (nodus s-a) dan disebut pacemaker jantung. Laju denyaut jantung dipengaruhi faktor eksentrik yang mempengaruhi otot tersebut. Pningktan suhu, tekanan cairan dalam jantung menyebabkan penigkatan denyaut jantung neuron motor yang berasal dari pusat vosomotor dalam medula otak dan berakhir pada simpul sinoatrium. Impuls dari nodus s-a menyebar ke seluruh atrial hingga menyebabkan timbulnya kontraksi dalam sistole atrial (Starr, 1991). ssDenyut jantung rata-rata manusia normal antara 70 denyut/menit, sedangkan rata-rata denytu jantung orang dewasa dalam keadaan istirahat adalah 70 denyut/menit. Orang yang melakukan aktifitas denyut jantungnya meningkat antara 90-100 denyut/menit. Tetapi hal in dipengaruhi oleh aktifitas, berat badan dan jenis kelamin (Kay, 1998).
Menurut Adisuwirdjo (2001), faktor-faktor yang mempengaruhi denyut jantung yaitu:
1. Aktivitas, aktivitas yanhg tinggi dapat menigkatkan frekuensi kerja jantung.
2. Ion kalsium, ion kalsium memicu sistole yaitu kontraksi salah satu ruangan jantung pada proses pengosongan ruangan tersebut. Diastole adalah reaksi dari satu ruang jantung sesaat sebelum dan selama pengisian ruangan tersebut.
3. Kadar CO2, dapat menaikkan frekensi maupun kekuatan kontraksi jantung.
4. Acetylcolin, mengurangai frekuensi jantung.
5. Adrenalin, dapat menaikkan frekuensi jantung.
6. Atropin dan nikotin, dapat mempercepat frekuensi jantung.
7. Morphin, dapaty memperlambat frekuensi jantung.
8. Suhu tubuh, semakin tinggi suhu maka frekuensi jantung juga semakin besar.
9. Berat badan, semakin berat badan seseorang maka frekuensi jantung juga semakin besar.
10. Usia, usia muda memiliki frekuensi jantung yang lebih cepat.
Jantung pada berbagai hewan dapat berkontraksi dengan sendirinya tanpa ada rangsangan dari luar. Jantung mamalia sensitif terhadap pasokan oksigen dan temperatur. Kontraksi pada jantung mammalia dimulai dari sinus node. Kontraksi menyebar cepat ke seluruh otot pada kedua atrium , beberapa saat kemudian ke otot ventrikel. Gelombang kontraksi mencapai sekat antara atrium dan ventrikel, lembar jaringan yang disebut atrioventricular bundle mengkonduksi impulse ke ventrikel yang kemudian setelah penundaan sesaat yang dihasilkan dari konduksi, berkontraksi secara simultan ( Kay, 1998 ).
Menurut Ville et al (1988) laju pompa jantung dipengaruhi oleh aktivitas dari mammalia atau manusia itu sendiri. Jantung dalam sekali denyut berlangsung secara urut yaitu kontraksi atrium (sistolik atrium) dimana secara terpisah darah kotor dari seluruh tubuh dan darah bersih dari paru-paru masuk jantung, diikuti oleh kontraksi ventrikel dimana darah kotor menuju paru-paru dan darah bersih menuju seluruh tubuh.
1. Aktivitas yang tinggi menyebabkan denyut jantung lebih cepat. Bersdasarkan hasil praktikum yang dilakukan perempuan normal dengan berat bada 55 kg adalah 75 denyut/menit, pria perokok dengan berat badan 48 kg memiliki denyut jantung 109 denyut/menit. Nikotin juga berpengaruh dalam kerja jantung, nikotin dapat memacu kerja jantung (Adisuwirdjo, 2001). Pria yang berlari selama 10’ dengan berat 45 kg memiliki denyut jantung 121 denyut/menit. Jenis kelamin dan berat badan juga mempengaruhi denyut jantung (Kay, 1998). Jenis kelamin pria akan mempunyai denyut jantung yang lebih tinggi daripada denyut jantung perempuan. Pria subur dengan berat badan 89 kg denyut jantungnya 80 denyut/menit, perempuan yang naik turun tangga dengan berat badan 39 denyut jantungnya 144, pria normal dengan berat badan 53 memiliki denyut jantung 91 denyut/menit sedangkan untuk perempuan subur dengan berat badan 66 denyut jantungnya adalah 115/menit.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil yang dibahas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
2. Denyut jantung/menit yang diperoleh pada perempuan normal dengan berat bada 55 kg adalah 75 denyut/menit, pria perokok dengan berat badan 48 kg memiliki denyut jantung 109 denyut/menit, pria yang berlari selama 10’ dengan berat 45 kg memiliki denyut jantung 121 denyut/menit, pria subur dengan berat badan 89 kg denyut jantungnya 80 denyut/menit, perempuan yang naik turun tangga dengan berat badan 39 denyut jantungnya 144, pria normal dengan berat badan 53 memiliki denyut jantung 91 denyut/menit sedangkan untuk perempuan subur dengan berat badan 66 denyut jantungnya adalah 115/menit.
3. Faktor yang mempengaruhi denyut jantung adalah aktivitas, ion kalsium, berat badan, kadar karbondioksida, acetylcolin, adrenalin, morphin, suhu tubuh dan lain-lain.
DAFTAR REFERENSI
Adisuwirdjo, D. 2001. Buku Ajar Dasar Fisiologi Ternak. Fakultas Peternakan.Unsoed, Purwokerto.
Ganong, F.F. 1983. Fisiologi Kedokteran. Penerbit Buku kedokteran ECG, Jakarta.
Guyton, A. C. 1993. Fisiologi Kedokteran. EGC, Jakarta.
Kay, I. 1998. Introduction to Animal Physiology. Bioscientific Publisher Springer Verlag, New York.
Ville, C. A, Walker dan W. F. Barnes, R. 1988. Zoologi Umum. Erlangga, Jakarta.
Starr, C. 1991. Biology Concepts and Aplication. Wadworth Publishing Company Belmont, California.
Posted by wi-dy on 23 Oktober 2008 at 9:53 pm
woah..thenks banget infonya ya?…gw minta ijinnya buat kopi-paste tulisan ini di tugas gw…he666x…